Jumat, 05 April 2013

PEMANFAATAN ANCOL SEBAGAI WISATA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA



PEMANFAATAN ANCOL SEBAGAI WISATA EDUKASI
UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA

Ancol menyediakan berbagai tempat rekreasi yang dapat dikunjungi, diantaranya Dufan dan Sea World. Dufan menjadi salah satu alternatif pilihan tempat wisata berlibur bagi anak sekolah, SD, SMP, SMP, maupun Perguruan Tinggi. Beberapa sekolah di Kota Semarang, Jawa Tengah hampir tiap tahun mengantar siswa kelas VIII berwisata ke Dufan. Hal ini tentu sangat menarik bagi siswa karena banyak wahana/ objek dan arena bermain yang dapat dicoba di Dufan. Ada Bianglala, Kora-kora, Halilintar, dan sebagainya. Wisata liburan di Dufan tentu akan memberikan pengalaman yang baru bagi siswa yang baru pertama kali mengunjungi Dufan, bagi siswa yang sudah pernah mengunjungi Dufan sebelumnya pasti juga akan menambah pengalaman mereka dan dapat menambah keakraban dengan teman yang satu dan yang lain.
Beberapa materi IPA khususnya Fisika di SMP maupun SMA, memuat konsep fisika yang diaplikasikan dalam wahana permainan Dufan. Diantaranya, konsep gerak melingkar diaplikasikan dalam wahana bianglala, teori sentrifugal dalam wahana ontang-anting, energi kinetik dan potensial dalam wahana kora-kora. Tidak hanya pelajaran Fisika saja, untuk mempelajari IPA Biologi mengenai biota laut maupun air tawar kita dapat mengunjungi Sea World. Di Sea World kita bisa mengenal berbagai macam jenis ikan, reptile, avertebrata, dan mamalia.
Berbagai wahana yang ada di Dufan seharusnya tidak hanya sebagai area bermain saja, tetapi dapat dijadikan sebagai sumber belajar ataupun wisata edukasi yang memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Namun, selama ini wisata liburan ke Dufan hanya dijadikan sebagai tempat liburan atau refreshing semata. Terlihat sepulang liburan dari Dufan, ketika ditanya ‘Apa yang kalian dapatkan dari Dufan?’. Kebanyakan siswa menjawab mengenai keseruan mereka ketika naik wahana A, wahana B, atau wahana lainnya. Jarang dari mereka yang menghubungkan pengalaman yang mereka dapat di Dufan dengan materi IPA Fisika yang telah mereka dapatkan di sekolah. Misalnya, setelah mereka naik halilintar dengan kecepatan tertentu, mengapa mereka tidak terjatuh, berapakah kecepatan halilintar yang mereka naiki sehingga kereta tetap pada lintasannya. Bagaimana kalau seandainya saat sedang melaju cepat mati lampu sedetik saja?


(Gambar di ambil dari ancol.com)
Pemanfaatan Ancol secara maksimal sebagai wisata edukasi untuk meningkatkan kreativitas siswa dibutuhkan peran dari berbagai pihak. Dari pihak Ancol, khususnya Dufan dan Sea World maka penulis menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:
  • Untuk pihak Ancol, pada setiap wahana permainan di Dufan sebaiknya dilengkapi dengan cara kerja dan konsep atau prinsip Fisika yang digunakan ataupun menyediakan pemandu pada tiap wahana yang dapat menjelaskan cara kerja, konsep atau prinsip Fisika yang digunakan, bagaimana cara meminimalisir kecelakaan, ataupun cara menanggulangi bila terjadi kecelakaan pada wahana permainan yang sedang beroperasi.
  • Pihak Sea World juga menyediakan brosur berisi informasi mengenai kehidupan biota perairan tawar maupun sampai biota perairan laut  dan species yang hidup di dalamnya. 
  • Pihak Ancol mengenalkan berbagai rekreasi lainnya yang ada di kawasan Ancol karena kebanyakan orang hanya tahu Dufan dan Sea World saja. Padahal ada berbagai rekreasi lainnya yang tak kalah menarik, seperti Pasar Seni Ancol, Ecopark, Taman Pantai, Ocean Dream Samudra dan sebagainya
Keberhasilan proses pembelajaran tidak lepas dari aktivitas guru. Maka dari itu, agar pemanfaatan Dufan sebagai wisata edukasi dalam meningkatkan kreativitas siswa dapat memberikan hasil yang maksimal, maka diperlukan peran guru diantaranya yaitu memberikan tugas kepada siswa saat akan mengunjungi wisata edukasi Ancol. Tugas yang diberikan dapat berupa pertanyaan yang nantinya jawaban dapat di temukan di area Dufan, Sea World, maupun di area rekreasi Ancol lainnya. Guru dapat membantu dengan memberikan clue (kata bantu) yang dapat digunakan siswa untuk menemukan jawabannya saat berada di area Ancol. Dibawah ini merupakan contoh bentuk tugas yang dapat diberikan kepada siswa saat mengunjungi wisata edukasi Dufan:
 ‘Selamat bermain dan belajar, jangan lupa tugasmu! Lengkapi tabel dibawah ini!’




Pemanfaatan Ancol sebagai wisata edukasi untuk meningkatkan kreativitas ini tidak hanya terbatas pada siswa di sekolah, tetapi dapat juga diterapkan untuk mahasiswa di perguruan tinggi. Mahasiswa calon guru dari jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) atau IPA misalnya, dapat melakukan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) atau studi wisata ke Ancol, dengan tugas sejenis namun dengan tingkat kesukaran yang lebih tinggi. Hal ini dapat membantu mahasiswa dalam menumbuhkan kreativitasnya, selain itu juga menambah bekal pengalaman ketika mengajar di sekolah nantinya.

Referensi:
Munandar. 2009. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.